Bondowoso – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Daun dan Kulit Kopi Menjadi Teh Herbal pada Jumat (31/7/2026) di Balai Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan ini diikuti oleh para pemuda, bapak-bapak, dan ibu-ibu Desa Sempol yang antusias mempelajari inovasi pemanfaatan hasil samping tanaman kopi menjadi produk bernilai tambah.
Sebagai salah satu sentra penghasil kopi Arabika di kawasan Ijen, Desa Sempol memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan kopi. Selama ini masyarakat lebih banyak memanfaatkan biji kopi sebagai produk utama, sementara bagian lain seperti daun dan kulit buah kopi masih belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan inovasi pengolahan daun kopi menjadi teh herbal yaitu "Raras Folia" dan kulit buah kopi menjadi teh herbal yaitu "Raras Cascara" sebagai alternatif produk lokal yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pemanfaatan hasil samping pertanian.
Dalam sesi sosialisasi, peserta memperoleh penjelasan mengenai proses pengolahan daun dan kulit kopi menjadi teh herbal, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengeringan, penyimpanan, hingga cara penyeduhan. Selain itu, mahasiswa juga memaparkan kandungan alami yang terdapat pada kedua produk tersebut, seperti polifenol, flavonoid, mangiferin, dan asam klorogenat pada daun kopi serta antioksidan alami, flavonoid, dan vitamin pada kulit kopi yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan apabila diolah dengan baik.
"Melalui inovasi ini, kami ingin memperkenalkan bahwa potensi tanaman kopi tidak hanya terletak pada bijinya. Daun dan kulit buah kopi juga dapat diolah menjadi minuman herbal yang memiliki nilai tambah dan berpeluang dikembangkan sebagai produk unggulan desa," ujar salah seorang mahasiswa KKN Universitas Jember saat menyampaikan materi sosialisasi.
Selain membahas manfaat kesehatan, mahasiswa juga menjelaskan peluang pengembangan produk teh herbal sebagai bagian dari diversifikasi usaha masyarakat. Pengolahan daun dan kulit kopi menjadi teh herbal diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas kopi, mendukung pemberdayaan UMKM, sekaligus mengurangi residu hasil pengolahan kopi sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan mengenai teknik pengolahan, penyimpanan, hingga peluang pemasaran produk apabila dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Diskusi berlangsung interaktif dengan harapan inovasi tersebut dapat diterapkan oleh masyarakat sesuai potensi yang dimiliki Desa Sempol.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Jember berharap masyarakat semakin terdorong untuk mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga mendukung pengelolaan hasil samping pertanian secara lebih berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, pemanfaatan daun serta kulit kopi diharapkan dapat menjadi langkah awal lahirnya produk unggulan Desa Sempol yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat identitas desa sebagai kawasan penghasil kopi Arabika.